Saturday, June 23, 2012

Susah

Bismillahirrahmanirrahim....

Susah akan terasa bila kita tidak rasa senang. Betul ?
Tetapi, belum tentu ada orang yang turut sama merasa susah macam yang kita rasa.

Ada orang rasa susah bila tiada topup..
Ada orang yg rasa susah bila sesat jalan..
Ada juga orang yg susah bila jawab exam..

Tetapi, dalam kita merasa susah dan mengeluh susah ada orang lain melihat kita bagaikan sempurna segala.

Punyai wang untuk makan.
Punyai rumah untuk tidur nyaman.
Punyai peluang belajar tinggi-tinggi..

Mereka tidak pernah merasa, dan kesilapan kita pula yang tidak pernah cuba memahami.



Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, 

“Seandainya manusia mengetahui bahawa nikmat Allah yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Allah yang ada dalam kesenangan, nescaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”


(Syifaa-ul ‘Aliil: 525)




Saturday, January 14, 2012

Kak As, Kak Sri dan Kak Zaini

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Baru-baru ini, Kak Zaini menghubungi saya melalui fb. Mengajak berjumpa di Karangkraft. Alhamdulillah.. perjumpaan yang singkat semasa Bengkel Penulisan v2.0 dahulu telah menemukan kami berdua ke dalam suatu ukhuwah yang unik. Ukhuwah yang beraurakan semangat untuk menjadi penulis. :)

Siapa dia Kak Zaini ni?

Seorang cikgu biasa tetapi rajin menghantar sajak nukilannya di majalah dan juga di surat khabar. Dalam hati ini  terdetik rasa kagum pabila dia mengeluarkan majalah-majalah yang memuatkan sajaknya. Tak pernah lagi diri ini terfikir nak menghantar nukilan untuk tatapan umum. Rasa macam terlalu "advance" dan macam serius sangat nak jadi sasterawan negara. Nanti se-geng pula dengan A. Samad Said.. =D

Duduk di sebelah kanan saya semasa di bengkel pula adalah Kak As. Kak As adalah seorang penulis buku. Ya, saya duduk di sebelah seorang penulis buku. Macam sukar untuk dipercayai saya boleh duduk di sebelah seorang penulis, makan bersamanya di satu meja, bersembang, bergelak ketawa... sekali pula dengan Kak Sri! Kak Sri ni pula dikalangan peminat novel memang sangat terkenal ye. Sama berdiri sama tinggi dengan RAM.


.........................


Ni nak jumpa ni nanti, rasa nak menulis tiba-tiba datang. Mungkin saya akan bermula sedikit demi sedikit di blog ini dahulu. Mewujudkan bakat walaupun tiada. Masih sempat, dan tidak terlambat pun bukan?

Jangan risau.. saya sudah biasa rasa macam terlambat. Yang pernting buat.

Wallahul musta'an

Sunday, December 18, 2011

Kesabaran yang baik

Bismillahirrahmanirrahim..

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin berita perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat; dan (ingatlah) Allah mengetahui (segala perkara) sedang kamu tidak mengetahui (yang demikian)." 

- [An-Nur: 19]



Sepotong ayat ini, telah menemukan saya kisah tentang peristiwa ahlul ifki dalam Tafsir Ibnu Katsir. Kisah yg diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka..

Saat dihimpit dengan fitnah, dan kehilangan kata untuk membela. Subhanallah.. ayat ini yg menjadi pilihan 'Aisyah radhiallahu anha.


"Demi Allah, aku tidak menemui perumpamaan diriku kecuali seperti apa yang dikatakan oleh Ya'qub, ayah Nabi Yusuf:


"Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan." - [Yusuf: 18]"



*** - Kita mungkin sangat jauh nak jadi seperti mereka.. tetapi, apa kata kita sama-sama bersabar dengan mereka? =)

Wallahu'alam

Anekdot

Bismillahirrahmanirrahim..

Anekdot selamba:

Salafi:  Kita tak boleh ambil ilmu dari sebarangan orang !
Orang biasa: Eh, kenapa?
Salafi: Kena ikut yg ikut manhaj Salafus Soleh ! Ini manhaj sahih ! Bersanad ! Ulama sunnah!
Orang biasa: Waa.. kau berkobar-kobar benar. Kuliah selalu pi kat masjid mana?
Salafi: Err... aku tengok youtube jer.


+++++++++++++++++++++++


Moral of the story:

1. Kuasai ilmu alat dengan serius
2. Menuntut ilmu dengan serius seperti dapat khatam kitab-kitab syarah sahih muslim ke.. etc. Dan sudah tentu dengan berguru.
3. Kurangkan membazir masa menyiasat satu persatu ulama. Sekarang tumpukan  pada khatam ilmu dari satu persatu guru.
4. Perbaiki diri dan cerminkan diri setiap hari.


Wallahu'alam bissowab..




Wednesday, December 14, 2011

Hadiah Pahala Bagi Orang yang Dihina

Bismillahirrahmanirrahim...

Bila anda dicela, dihina, dan direndahkan oleh orang lain maka jangan terlalu bersedih. Sesungguhnya pencelamu sedang berbuat baik kepadamu dari dua sisi :

▸ Pertama : ia sedang menghadiahkan kebaikannya kepadamu

▸ Kedua : dgn sebab celaannya Allah menghapus dosa-dosamu

Seorang salaf berkata : Kalau aku boleh berghibah maka kedua orangtuakulah yg paling berhak untuk aku ghibahi, karena mereka berdualah yg paling berhak untuk kuserahkan kebaikanku.

Karenanya kaum syiah yg selalu mencela para sahabat sesungguhnya menguntungkan para sahabat, Allah menghendaki kebaikan terus mengalir kpd para sahabat meskipun mereka dalam liang lahad..
Demikian juga halnya dengan Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab yang senantiasa dicela dan dituduh dengan tuduhan dusta hingga saat ini, semoga pahala terus mengalir kepada mereka...aamiiin

credit to : http://firanda.com/

Monday, November 14, 2011

Ziarah-menziarahi

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

“Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di daerah lain, maka Allah mengutus seorang malaikat menunggu orang tersebut di jalan yang ia lalui. Ketika orang tersebut lewat, malaikat bertanya, “Hendak kemanakah engkau?” Ia menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku yang tinggal di daerah ini.” Ia menjawab, “Apakah engkau memiliki piutang yang menjadi tanggungan saudaramu tersebut yang ingin engkau ambil.” Ia menjawab, “Tidak ada, selain karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla.” Malaikat pun berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang Allah utus untuk menyampaikan bahwa Allah pun mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu tersebut karena-Nya.” 



[H.R. Muslim]


Saya teringat pada seorang insan yg sanggup menziarahi saya malam-malam untuk beraya. Saya terbaca hadits ini, terus saya teringatkan dia..=)


“Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘Telah pasti kecintaan-Ku kepada dua orang yang saling mencinta karena Aku, saling bermajelis karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku.” 

[H.R. Malik dari shahabat Muadz bin Jabal , dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib].





Uhibbuki fillah abadan abada...=)

Tuesday, October 18, 2011

Capaian ilmu

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah.. terjumpa post yg menarik dari facebook ustaz kawakib_duriyah. Saya rasa manfaatnya sangat banyak.. Jadi, saya ingin kongsi cepat-cepat di sini.

Jazakallahu khairan kathiran ya ustaz.. :)


--------------


Al-Muzani adalah salah seorang murid Imam al-Syafie. Beliau berkata, "Jika ada orang yang dapat mengeluarkan kegusaran hati dan segala yang mengotorkan hati tentang perkara aqidah maka Imam al-Syafie adalah orangnya."

Beliau menyambung, "Aku pernah bertemu dengan beliau sewaktu beliau berada di dalam Masjid Jami' di Mesir. Apabila aku bersimpuh di hadapan beliau, langsung aku berkata, "Dalam hatiku terdetik sebuah persoalan tentang tauhid yang mengganggu hatiku. Saya tahu tidak ada orang yang memiliki ilmu sebagai mana tuan miliki. Bagaimana jawapan tuan menurut ilmu yang tuan miliki?"

Imam al-Syafie nampak berang lalu berkata, "Tahukah kamu di mana kamu berada sekarang?" Aku menjawab, "Tahu." Beliau melanjutkan, "Ini adalah tempat di mana Firaun ditenggelamkan. Adakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW memerintahkan bertanya masalah itu?" Aku menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi, "Adakah para sahabat pernah berbincang hal itu?" Aku menjawab, "Tidak."

Beliau bertanya lagi, "Kamu tahu berapa jumlah bintang di langit?" Aku menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi, "Bintang yang kamu tahu jenisnya, waktu terbit, waktu tenggelamnya, tahukah kamu dari apa ia diciptakan?" Aku menjawab, "Tidak."

Beliau berkata, "Sesuatu dari makhluk ini yang kamu lihat dengan mata kamu sendiri pun tidak tahu, adakah kamu mahu bertanya tentang Ilmu Sang Pencipta?"

Kemudian beliau bertanyakan aku tentang persoalan wudhu'. Aku keliru menjawabnya. Kemudian beliau mengembangkan persoalan itu kepada empat persoalan pula. Tidak ada satupun aku jawab dengan baik. Lalu beliau berkata, "Persoalan yang kamu perlukan sehari semalam sebanyak lima kali sudah tidak mantap, lalu kamu mahu memaksa diri kamu untuk bertanya tentang Ilmu Maha Pencipta? Jika terdetik lagi di hati kamu (tentang aqidah), kembalilah kepada Allah dan firmanNya;

"Dan Tuhan kamu ialah Tuhan yang Maha Esa; tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain dari Allah, yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan (pada) pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Ia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran."




  (al-Baqarah: 163-164)



Sumber gambar diperoleh : http://monsterlayer.com/


Maka jadikan wujudnya makhluk itu sebagai bukti adanya Pencipta. Janganlah kamu memaksakan diri untuk mencapai ilmu yang tidak mungkin kamu capai dengan akalmu. "

"Setelah itu, aku betul-betul insaf."




Sumber ; Siyar A'lam al-Nubala'.